Lebih
luas lagi lingkungan Hijaz (terdiri dari Makkah, Medinah, Thaif, dll) bebas
dari penjajahan dua penjajah raksasa pada zaman itu (negara super power) yaitu
Rum dan Persi yang saling berebut daerah sehingga Yaman dikuasai oleh Persi
(Cerita tentang Ubazan gubernur Yaman), bagian lain Syam dikuasai oleh Rum.
Mesir jadi rebutan Persi.
Jadi Hijaz
bebas dari pengaruh peradaban, budaya dari dua negara super power itu.
Sebagaimana Qs. Al Ankabut (29) ayat 67.
أَوَ
لَمۡ يَرَوۡاْ أَنَّا جَعَلۡنَا حَرَمًا ءَامِنٗا وَيُتَخَطَّفُ ٱلنَّاسُ مِنۡ
حَوۡلِهِمۡۚ أَفَبِٱلۡبَٰطِلِ يُؤۡمِنُونَ وَبِنِعۡمَةِ ٱللَّهِ يَكۡفُرُونَ ٦٧
Dan apakah mereka tidak memperhatikan,
bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang
aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah
nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada
nikmat Allah? (QS. Al Ankabut (29) ayat 67)
Di situ Nabi tumbuh steril
sejak Beliau masih kecil sampai menjadi Nabi. Walaupun di situ ada ahli kitab
tetapi tidak banyak bersinggungan; sejarah Waraqah bin Naufal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar