Apabila kita mendengar istilah (kata)
dakwah maka kefahaman kebanyakan kaum muslimin yang dimaksud adalah
·
aktivitasnya:
ceramah, mimbar-mimbar pengajian akbar, kuliah subuh atau lewat media TV,
radio, kaset, CD, e-mail, SMS
·
yang
dibawakan oleh kyai, ulama, mubaligh, ustadz, ahli-ahli agama,
·
dengan
membawakan ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Rasul.
Kalau kefamahamannya seperti itu maka
otomatis menuntut syarat ilmu dan ilmunya harus memadai (banyak). Inilah yang
terjadi pada kaum Muslimin di strata (lapisan) dunia. Hal ini terjadi karena kesalahfahaman
atau rancu dalam memahami aktivitas dakwah dan taklim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar