ULASAN
:
- Kalau menurut alur berfikir/logika
kebanyakan orang hari ini, bahwa untuk dakwah harus faham ini itu atau
ilmunya harus banyak, maka bagaimana dengan dai yang pertama Nabi saw ?
Mungkinkah metodenya salah ? Kalau Nabi berdakwah dengan ilmu yang masih
sedikit kemudian orang menolak dipandang salah karena kurang ilmu padahal
Nabi berdakwah karena diperintah oleh Allah, maka siapa sebenarnya yang
salah yang diutus atau yang mengutus, mungkinkah Allah salah atau kita
yang sebenarnya salah faham ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar